Jumat 13 April 2019, dalam rangaka meningkatkan pemanfaatan sumberdaya alam dan pengembangan teknologi Pusat Unggulan Iptek (PUI) Pemuliaan Ikan Balai Riset Pemuliaan Ikan (BRPI) bersama PUI Udang Balai Riset Pengembangan Budidaya Air Payau (BRPBAP3) melakukan kegiatan Focus Group  Discussion (FGD) sinergitas PUI. Diskusi dihadiri oleh Plh kepala balai, Pejabat Struktural, peneliti BRPI serta Tim Pusat Unggulan Iptek (PUI) Udang Maros.

Acara dibuka oleh Dr. Imron, S.Pi. M.Si  selaku Plh Kepala Balai dalam sambutannya mengajak untuk menjadikan kegiatan ini sebagai wadah untuk melakukan diskusi serta untuk saling memberikan masukan dan saran pada rencana kegiatan riset yang dilakukan agar dapat menjadi sinergi. Dr. Andi Pararengi Ketua PUI Udang memberikan pengantar FGD memberikan gambaran secara singkat tentang komoditas yang dikembangkan di BRPBAP3 Maros, diantaran Udang, Bandeng, Kepiting, Nila, Baronang, Kakap Putih dan Produk Probiotik RICA.

Selanjutnya penyampaian rencana kerja dan anggaran sinergitas oleh Hidayat Suryanto Suwoyo, S.Pi, M.Si, dalam kegiatan sinergi tersebut yang direncanakan pada Road Map sinergitas PUI Udang dan PUI Pemuliaan Ikan untuk pengembangan nila Srikandi pada tahun 2018 telah dilakukan pengaplikasian benih ikan nila di air payau dengan teknik adaptasi dan teknik pendederan dan penyedian calon induk ikan nila Srikandi. Direncanakan untuk tahun 2019 pengembangan Polikultur ikan nila Srikandi dan udang Windu di tambak serta pembentukan varietas unggul produk akhir nila SUMARLIN (Sukamandi, Maros Salin). Tambahan untuk kegiatan uji coba  penggunaan probiotik RICA yang dikembangakan oleh BRPBAP3 pada kegiatan penelitian di BRPI dan pemelihaaraan ikan Patin. Menanggapi rencana pembentukan varietas nila Sumarlin, Dr. Imron menyampaikan bahwa perlu adanya uji coba dan pembading untuk dapat menghasilkan varietas baru, agar produk yang dihasilkan dapat lebih baik dari varietas atau strain yang sudah ada. Sehingga perlunya perencanaan yang matang untuk membentuk stran baru.

Akhir acara Dr. Imron menambahkan perlunya menggandeng mitra lembaga dari kementerian lain untuk membentuk sinergi sehingga dapat menabah kolaborasi dari sisi keilmuan. Telah disepakati bersama untuk melaksanakan point yang sudah pasti bisa dilaksanakan diantaran uji coba probiotik dan pemeliharaan ikan patin di BRPBAP3, peningkatan nila Srikandi untuk membentuk nila Srikandi Super Male sedang dalam dielaborasi oleh BRPI dan diharapkan dengan adanya FGD ini dapat menguntungkan kedua belah pihak dan menjadi solusi atau alternatif komoditas pilihan untuk diplihara ditambak.

Views All Time
Views All Time
514
Views Today
Views Today
1

Hits: 41

Tags:

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *