SIARAN PERS
KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
NOMOR: SP. 1066/SJ.5/X/2021

JAKARTA (31/10) – Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) berkomitmen untuk terus mendiseminasikan hasil riset dan inovasi sektor kelautan dan perikanan kepada masyarakat maupun stakeholder untuk memberikan kemanfaatan dan nilai tambah produk kelautan dan perikanan dalam rangka mendukung program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Masih dalam semarak HUT KKP ke-22, BRSDM melalui Unit Pelaksana Teknis Balai Riset Pemuliaan Ikan (BRPI), Pusat Riset Perikanan (Puriskan), menyerahkan calon induk ikan unggul nila Srikandi kepada Direktorat Pembenihan, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) belum lama ini.

Bantuan diserahkan oleh Kepala BRPI, Joni Hariyadi, berupa calon induk parents stock ikan nila Srikandi kepada Direktorat Perbenihan, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) yang diwakili oleh Koordinator Sub Direktorat Induk, Solehudin Abdul Gani. Serah terima calon induk ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas tambak idle khususnya di kawasan pantai utara (Pantura) Jawa.

Pada kesempatan tersebut, Joni menuturkan bahwa salah satu penyebab terjadinya penurunan produktivitas budidaya perikanan tambak adalah akibat semakin menurunnya kualitas genetik ikan yang dibudidaya Disamping itu menurunnya daya dukung perairan, terjadinya pancaroba serta perubahan pola hujan mengakibatkan fluktuasi kadar oksigen dan salinitas yang mempengaruhi penurunan daya tahan ikan, pertumbuhan dan produktivitas reproduksi.

“Berangkat dari isu tersebut, program optimalisasi tambak diperlukan dengan menggunakan jenis ikan alternatif yang bernilai ekonomis tinggi, memiliki daya serap pasar stabil dan menggunakan teknologi yang mudah diadopsi masyarakat,” terang Joni.

Sebagai tahap awal, penyerahan calon induk ini diberikan kepada tiga unit pelaksana teknis (UPT) lingkup DJPB yang terdiri dari Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB) Karawang, Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara, dan Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BBAP) Situbondo. Calon induk yang diserahkan merupakan induk penjenis (PS) berukuran 250-300 g sebanyak 3.200 ekor yang dapat digunakan untuk memproduksi benih sebar ikan nila srikandi.

Program serah terima ini merupakan bagian dari hilirisasi hasil riset varietas unggul yang dihasilkan BRPI Sukamandi kepada stakeholder atau pengguna Unit Teknis Eselon 1 KKP, melalui kemitraan dengan Direktorat Perbenihan, DJPB. Bantuan calon induk ikan nila Srikandi ini diharapkan dapat disalurkan dan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mendukung program Menteri Kelautan dan Perikanan dalam mendukung rencana pengembangan kampung perikanan budidaya berbasis kearifan lokal dan nila Srikandi sebagai komoditas alternatif pengganti udang di Pantura.

Sebagai informasi, BRPI sebagai institusi yang memiliki tugas dan fungsi untuk menghasilkan bibit dan induk unggul telah menghasilkan varietas ikan nila Srikandi. Ikan ini telah berhasil dirilis berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor KEP.09/MEN/2012 tentang pelepasan ikan Nila Srikandi. Ikan ini mempunyai keunggulan tumbuh cepat di perairan payau (salinitas 10-30 ppt).

Nila Srikandi merupakan hasil perkawinan silang antara ikan nila Nirwana betina (Oreochromis niloticus) dengan ikan nila biru jantan (Oreochromis aureus). Perkawinan silang antara kedua strain ikan nila ini menghasilkan ikan nila Srikandi yang mempunyai karakter tumbuh cepat di perairan payau dan asin dengan nilai heterosis 13,44 pada karakter bobot dan 20,33 pada karakter sintasan. Hal tersebut menunjukkan bahwa nila Srikandi memiliki karakter pertumbuhan dan sintasan yang lebih baik dibandingkan dengan pembentuknya, yakni ikan nila Nirwana dan ikan nila biru.

HUMAS BRSDM

Views All Time
Views All Time
65
Views Today
Views Today
3

Hits: 22

Categories:

Tags:

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *