Sebagai lembaga penghasil varietas ikan unggul, Balai Riset Pemuliaan Ikan (BRPI) mengembangkan jenis ikan mas hibrida unggul antara strain Majalaya dengan Sutisna. Ikan mas Majalaya berasal dari wilayah Kabupaten Bandung sedangkan Sutisna berasal dari wilayah Kabupaten Kuningan. Kedua kabupaten tersebut berada di wilayah Provinsi Jawa Barat. Pengembangan ikan mas hibrida unggul telah mencapai tahap multilokasi, yaitu tahap akhir dalam kegiatan pemuliaan ikan sebelum varietas baru tersebut secara resmi dilepas ke masyarakat. Berdasarkan hasil pengujian secara terbatas, keunggulan varietas baru ikan mas hibrida tersebut antara lain tumbuh cepat, tahan terhadap penyakit serta mempunyai toleransi terhadap perubahan lingkungan yang lebih baik, dibandingkan ikan mas yang berkembang di masyarakat.

Pasaman, sebagai salah satu sentra budidaya ikan mas di wilayah Sumatera merupakan mitra BRPI dalam kegiatan pengembangan ikan mas hibrida unggul tersebut. Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk kerjasama riset antara BRPI dengan Dinas Perikanan Kab. Pasaman. Pengujian lapang yang sempat tertunda karena pandemic Covid-19, dilaksanakan mulai Bulan Agustus 2020 di kolam percobaan BBI Lundar, salah satu UPT Dinas Perikanan Kab. Pasaman. Selama tiga bulan terakhir, pengujian pembesaran telah dilaksanakan di BBI Lundar dengan protokol pengujian sesuai dengan arahan BRPI. Meskipun pihak BRPI tidak bisa hadir di lokasi pengujian, kegiatan sampling secara periodik tetap dilakukan oleh pihak BBI Lundar dan hasilnya secara langsung dilaporkan kepada pihak BRPI untuk dianalisis.

Pada Hari Rabu, tanggal 11 November 2020, bertempat di Rumah Dinas Bupati Pasaman, dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Balai Riset Pemuliaan Ikan dengan Dinas Perikanan Kab. Pasaman. Pada acara tersebut, hadir Koordinator Komoditas Ikan Mas BRPI, Drs. Suharyanto, MP beserta peneliti dan teknisi, Kepala Dinas Perikanan Kab. Pasaman dan Bupati Pasaman, Bpk. H. Yusuf Lubis beserta jajaran jajarannya yang menyaksikan penandatanganan PKS tersebut. Dalam sambutannya, Bupati Pasaman menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas inisiasi kerjasama ini dan berharap Dari kegiatan ini akan diperoleh hasil yang maksimal serta berdampak positif bagi kemajuan dunia Perikanan khususnya di Pasaman dan Sumatera Barat pada umumnya. Meskipun PKS ini baru ditandatangani, tetapi kegiatan kerjasama tersebut sudah berlangsung di lapangan.

Selama tiga bulan pengujian, ikan mas hibrida menunjukkan performa di lingkungan budidaya yang baik. Respons terhadap pakan yang baik berdampak terhadap pertumbuhan yang cepat. Hasil sampling terakhir menunjukkan bahwa ukuran ikan mas hibrida relatif lebih baik dibandingkan ikan mas yang berkembang di masyarakat, yaitu Majalaya dengan keunggulan antara 20-30%.

Setelah acara penandatanganan PKS antara BRPI dengan Dinas Perikanan Kab. Pasaman, dilaksanakan kegiatan panen ikan uji multi lokasi yang telah dilakukan di BBI Lundar, yang berada di Kecamatan Panti. Dalam kegiatan tersebut diperoleh biomasa panen ikan mas hibrida sebanyak  218 kg/kolam. Berdasarkan hasil panen tersebut dapat dilihat bahwa ikan mas hibrida mempunyai keunggulan rata-rata sebesar 28% dibanding ikan mas yang berkembang di masyarakat. Hasil panen ini sesuai dengan hasil uji multilokasi yang dilakukan di beberapa wilayah lainnya di Jawa Barat antara lain di Kab. Karawang, Kab. Subang dan Kab. Cianjur. Berdasarkan hasil uji multi lokasi tersebut, ikan mas hibirda ini mempunyai peluang untuk diusulkan sebagai varietas unggul baru ikan mas. Harapan Pemerintah Kabupaten Pasaman melalui Kepala Dinas Perikanan, M. Dwi Richie J.P., S.Pi., M.Si. varietas unggul baru ikan mas hibrida ini dapat diberi nama kedaerahan khususnya Pasaman. Berdasarkan kesepakatan sementara, ikan mas hibrida ini akan diusulkan dengan nama ikan mas PERMATA PASAMAN (PERkawinan MAjalaya dan SuTisnA untuk Pasaman).

Keberhasilan kerjasama riset dan pengembangan ikan mas hibrida unggul ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas usaha budidaya ikan mas di wilayah Pasaman dan sekitarnya. Selanjutnya ikan mas unggul tersebut diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut oleh Dinas Perikanan Kab. Pasaman yang pelaksanaannya selalu melibatkan BRPI sebagai mitra kerjasamanya. Pengembangan ikan mas unggul tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan benih secara lebih luas di wilayah Sumatera Barat pada khususnya dan Sumatera pada umumnya, seperti di Sumatera Utara, Jambi, Riau, Sumatera Selatan dan lainnya. 

Views All Time
Views All Time
230
Views Today
Views Today
2

Hits: 97

Tags:

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *