Balai Riset Pemuliaan Ikan – BRPI selenggarakan riset pengembangan berbasis produk unggul di masyarakat sebagai upaya mendorong terciptanya kawasan atau desa inovatif.  Riset Pengembangan udang galah GI Macro II di Cisayong, Tasikmalaya untuk mengembalikan Tasikmalaya  sebagai sentra budidaya udang galah. Kepala Balai, Dr. Joni Haryadi  pada Senin, 29 Juni 2020 saat melakukan panen tokolan hasil pendederan di kelompok tani “Biotirta” menyampaikan bahwa upaya peningkatan produktivitas perikanan budidaya dapat ditempuh melalui pendekatan perbaikan lingkungan budidaya, peningkatan kualitas pakan, dan pencegahan maupun pengobatan terhadap penyakit, namun hal tersebut akan lebih terjamin ketika menggunakan induk/benih unggul yang merupakan produk dari program riset pemuliaan.  Program pemuliaan udang galah di Balai Penelitian Pemuliaan Ikan telah menghasilkan strain udang galah unggul dengan nama GI Macro II (Genetic Improvement of Macrobrachium rosenbergii II).  Keberhasilan pendedederan udang galah GI Macro II diharapkan mampu membantu ketersediaan benih udang galah di masyarakat, sehingga nantinya mampu meningkatkan produksi perikanan budidaya nasional.

Ibu Rita Setiawati, Kabid Perikanan – Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Tasikmalaya berharap kegiatan riset dapat berlanjut untuk dapat menjamin ketersediaan benih unggul di Tasikmalaya, tidak hanya udang galah namun termasuk ikan lainnya.  Dr. Ikhsan Khasani selaku peneliti BRPI sampaikan secara optimis untuk mendukung pengembangan Tasikmalaya menjadi sentra benih unggul dengan penggunaan GI Macro II yang telah dilepaskan secara resmi melalui Surat Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 23/KEPMEN-KP/2014, dengan keunggulan pertumbuhan lebih cepat.  Koordinator penyuluh, Bapak Agus Rusli sampaikan kesiapan untuk tetap mendampingi kegiatan riset yang dilaksanakan di Tasikmalaya namun tetap melibatkan penyuluh sebagai penggerak dilini terdepan kemajuan perikanan budidaya.  Pembudidaya udang galah yang diwakili oleh ketua kelompok “Biotirta” – Bapak Endang Firdaus, merasa bahagia dan mengucapkan terimakasih kepada Balai Riset Pemuliaan Ikan yang telah merasakan secara langsung keunggulan udang galah GI Macro II. Belia bersemangat bangkitkan kembali desa Cisayong sebagai sentra budidaya udang galah.

 

 

Views All Time
Views All Time
430
Views Today
Views Today
2

Hits: 141

Tags:

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *