AKSELERASI PERIKANAN BUDIDAYA WILAYAH PANTAI UTARA JAWA, NILA SRIKANDI JADI KOMODITAS ALTERNATIF

Balai Riset Pemuliaan Ikan (BRPI) sebagai Unit Pelaksana Teknis  (UPT ) di bawah Pusat Riset Perikanan Badan Riset dan Pengmebangan Sumber Daya Manusia (BRSDM) Kementerian Kelautan dan Perikanan terus mendukung program prioritas dalam peningkatan produksi ikan nasional.

Salah satunya tujuan dilakukannya sinergi hasil riset pemulian ikan dengan masyarakat dan stakeholder untuk diimplementasikan pada kegiatan produksi, sehingga kemanfaatan ikan-ikan hasil riset yang telah teruji keunggulannya dapat dirasakan oleh masyarakat untuk peningkatan ekonomi dan kesejahteraan.

Sejalan dengan hal tersebut dalam rangka mendukung program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Pada tanggal 2 Maret 2022, BRPI menyerahkan calon induk pembentuk ikan nila Srikandi kepada Badan Layanan Umum. Penandatangan & serah terima Ikan nila Srikandi oleh Kepala BRPI Dr. Joni Haryadi, M.Sc kepada Kepala Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya Ikhsan Kamil, S.T.M.Sc yang turut disaksikan Kepala Pusat Riset Perikanan, BRSDM, Yayan Hikmayani, S.Pi, M.Si dan Direktur Perbenihan, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) Ir. Nono Hartono, S.Pi,M.Aq.

Ir. Nono Hartono, S.Pi,M.Aq Implementasi budidaya ikan Srikandi pada tambak-tambak sepanjang Pantura Jawa dirasa sangat baik menjadikan ikan nila Srikandi sebagai komoditas alternatif pembudidaya.

Selanjutnya ikan nila Srikandi akan dikembangkan oleh BLU Karawang memproduksi induk PS yang akan di distribusikan ke UPT DJPB yang memiliki kawasan air payau yang pertama Jepara, Takalar dan Situbondo. Dan nantinya juga akan didistribusikan ke dinas-dinas pemda serta mitra seperti UPR supaya dapat digunakan secara luas. tambah Ir. Nono Hartono, S.Pi,M.Aq

Melihat keunggulan nila Srikandi, yang tahan salinitas hingga 30 PPT dengan menggunakan teknologi yang mudah diadopsi masyarakat. Terlebih lagi ikan nila memiliki nilai ekonomis tinggi serta daya serap pasar stabil. Diharapkan dengan adanya pola kerjasama ini dapat menghasilkan calon induk yang berkualitas untuk menghasilkan benih unggul guna meningkatkan produksi dan pendapatan masyarakat.

Hits: 16

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »